Jumat, 28 November 2014

Tugas Softskill: Ekonomi Koperasi #3

SOAL

1) Dampak organisasi Koperasi terhadap perekonomian Indonesia
2) Hambatan-hambatan perkembangan Koperasi di Indonesia
3) Peran perguruan tinggi, pemerintahan, perbankan dan masyarakat merupakan hal penting bagi berlangsungnya perkembangan koperasi (Opini)


Jawaban

1) Dampak positif terbentuknya koperasi :

1. Kebutuhan anggota dapat terpenuhi dengan saling bekerjasama dengan para anggota koperasi
2. Keuntungan yang diperoleh koperasi didistribusikan kepada anggota dengan metode yang telah disepakati bersama
3. Keuntungan yang belum dibagikan dijadikan cadangan koperasi

Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya :
1. Dapat dijadikan wadah promosi kegiatan ekonomi anggota koperasi
2. menjadi wadah pengembangan usaha dan keahlian sebagai wirausahawan

Dampak tidak langsung koperasi :
1. Pengembangan sosial-ekonomi
2. Pengembangan inovasi pada pengusaha kecil,contoh: inovasi teknik dalam melakukan produksi
3. Pemerataan pendapatan dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dan konsumen

2) 1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejahteraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi ‘dari bawah’
2. Kurangnya kejelasan akan kesadaran dan kejelasan dalam keangggotaan Koperasi
3. Kurangnya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi
4. Para angota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi ,dan kemampuan menejerial.

3) pada porsinya masing-masing, keempatnya mempunyai peranan pentingnya masing-masing.
Pada perguruan tinggi, banyak sekali contoh kontribusi yang dapat ditemui. Contohnya bisa dari berbagai kegiatan mahasiswa/i yang mengatasnamakan KOPERASI ataupu sekedar menjalankan koperasi swadaya guna memenuhi kebutuhan sekunder para mahasiswa/i.
Lain halnya dengan perbankan, perbankan pada saat ini sudah banyak memberikan kerjasama aau bantuan khusus pada komoditi-komoditi tertentu yang tentu saja bermaksud guna mencapai kesejahteraan para pelakunya. Sebagai contohnya ada layanan simpan pinjam usaha.
Pada posisi Pemerintah, saat ini pun sudah cukup baik karena telah mempermudah akses berjalannya kegiatan ekonomi koperasi.


Dan yang terakhir adalah masyarakat yg menjadi faktor penting bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi koperasi. Karena secara langsung masyarakatlah tang mensosialisakan, menjalankan, mengembangkan dan menerima feedbacknya guna mencapai kesejahteraan yang dituju.

Senin, 03 November 2014

Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Profil dan Biodata Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek

Nila Djuwita F. Moeloek yang biasa dipanggil Ibu Nila adalah seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Nila Djuwita F. Moeloek aktif selaku anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), anggota Persatuan Dokter Bola mata Indonesia (Perdami), staf pendidik Departemen Bola mata FKUI, Anggota Kolegium Oftalmologi Indonesia dan juga Senat Akademik FKUI.
Nila Djuwita F. Moeloek Sebagai Dokter pakar operasi bola mata berdarah Minang yang lahir pada tanggal  11 April 1949. Pernah menjadi Utusan Khusus untuk pencapaian target target pembangunan millennium (Millenium Development Goals/MDGs).
Nama Nila Moeloek memang tidak asing di dunia kesehatan. Terlebih, dokter Spesialis Mata ini pernah diproyeksikan menjadi menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu II era Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa alasan yang jelas, dia batal dilantik meskipun sudah me-ngikuti prosedur seleksi.
Selain masih aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek jua dipercaya men-jadi Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.
Selaku utusan khusus, Nila Djuwita F. Moeloek ialah duta Presiden yang bertugas menyampaikan beragam perihal mengenai MDGs, tidak saja kepada para pemangku kepentingan di kabupaten dan juga kota, namun juga nasional, regional, lebih-lagi global.
Bekal pengalaman tersebut tampaknya dianggap lumayan oleh Presiden Joko Widodo untuk mempercayakan tugas-tugas di kementrian kesehatan kepada Nila Djuwita F. Moeloek.
Selain menjadi dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana, ia juga menjadi ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat (2004-2009), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) periode 2011-2016. Dia sempat disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II setelah mengikuti proses seleksi calon menteri pada 18 Oktober 2009. Namun ia malah ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals. Tugasnya ialah menurunkan kasus HIV-AIDS dan angka kematian ibu dan anak.
Nila merupakan istri dari Faried Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia dikaruniai tiga orang anak, yakni Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek, dan Puti Annisa Moeloek.
                                                                               
Latar Belakang Pendidikan:
Beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan spesialis mata, serta mengikuti program sub-spesialis di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Setelah itu beliau  melanjutkan pendidikan konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca-Sarjana di FKUI.

Daftar Karya Ilmiah:
1.      ”Problems in The Management Of Orbital Tumors; Current Aspect In Ophthalmology, Vol.2:1725-1732
2.      “Evaluation of Orbital Exenteration In Conjunctival Squamous Cell Carcinoma patients; Current Aspect In Ophthalmology”, Vol. 2:1735-1740, 1992
3.      Penelusuran Pemeriksaan Histopatologi Tumor Orbita, dalam Majalah Ophthalmologica Indonesiana, Vol. 15;170-178, 1994
4.      Model Diagnostik Pemeriksaan Tumor Orbita Dalam Upaya Penemuan Tumor Orbita Kearah Lebih Dini, dalam Warta Kesehatan Mata, Vol. 8, 2004
5.      Model Diagnostik Pemeriksaan Tumor Orbita, dalam Indonesian Journal of Oncology (IJO), Vol. 1, 2004

Opini Tentang Menkes
Menurut kami, Menkes Nila F. Moeloek merupakan wanita yang hebat, sosok pemikir dan baik dalam meniti karir maupun memimpin organisasi. Ibu Nila adalah seorang dokter yang sangat senior  dengan pengalaman puluhan tahun di bidang kesehatan. Beliau juga adalah seorang Profesor di FKUI. Ibu Nila banyak mengkoordinasikan banyak hal dan dapat bekerja dengan orang lain, untuk melakukan perubahan bangsa agar dapat bertahan hidup. Dengan pengalamannya tersebut dapat diyakini bahwa beliau dapat dan sangat mampu untuk memimpin Kementrian Kesehatan.

Sumber:
http://www.idjoel.com/profil-dan-biodata-nila-djuwita-f-moeloek-menteri-kesehatan-menkes/