NPM : 12213877
Kelas : 3EA28
Dosen : Tomy Adi Sumiarso,SE
PERILAKU KONSUMEN
A.
PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri
kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang
berespon terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada
sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat,
pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang membedakan
satu individu dari individu lainnya. Kepribadian cenderung mempengaruhi pilihan
seseorang terhadap produk. Sifat-sifat inilah yang mempengaruhi cara konsumen
merespon usaha promosi para pemasar, dan kapan, di mana, dan bagaimana mereka
mengkonsumsi produk dan jasa tertentu. Karena itu, identifikasi teerhadap
karakteristik kepribadian khusus yang berhubungan dengan perilaku konsumen
sangat berguna dalam penyusunan strategi segmentasi pasar perusahaan.
Sifat-sifat Dasar Kepribadian :
1) Kepribadian mencerminkan perbedaan individu
Karena karakterisitik dalam diri yang
memebentuk kepribadian individu me rupakan kombinasi unik berbagai faktor, maka
tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Kepribadian merupakan konsep yang
berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan konsumen ke dalam berbagai
kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa sifat.
2) Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan
lama
Suatu kepribadian umumnya sudah terlihat sejak
manusia berumur anak-anak , hal ini cenderung akan bertahan secara konsisten
membentuk kepribadian ketika kita dewasa. Walaupun para pemasar tidak dapat
merubah kepribadian konsumen supa ya sesuai dengan produk mereka, jika mereka
mengetahui, mereka dapat berusaha me narik perhatian kelompok konsumen yang
menjadi target mereka melalui sifat-sifat relevan yang menjadi karakteristik
kepribadian kelompok konsumen yang bersangku tan. Walaupun kepribadian konsumen
mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka s ering sangat bervariasi karena
berbagai faktor psikologis, sosiobudaya, lingkung an, dan situasional yang mempengaruhi
perilaku.
3) Kepribadian dapat berubah
Kepribadian dapat mengalami perubahan pada
berbagai keadaan tertentu. Karena adanya berbagai peristiwa hidup seperti
kelahiran, kematian, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang berubah tidak
hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi
juga sebagai bagian dari proses menuju ke kedewasaan secara berangsur-angsur.
KEPRIBADIAN
DAN MEMAHAMI PERBEDAAN KONSUMEN
v Keinovatifan
konsumen dan sifat kepribadian yang berkaitan
Para praktisi pemasaran berusaha mempelajari
semua yang dapat mereka pelajarai mengenai invator konsumen karena respon pasar
para inovator konsumen sering menjadi petunjuk atas faktor-faktor yang akhirnya
akan menentukan sukses tidaknya produk / jasa baru tertentu. Inovator konsumen
yaitu mereka yang cenderung menjadi orang pertama mencoba berbagai produk, jasa
atau praktik baru.
Sifat kepribadian yang berguna untuk membedakan
anatar inovator konsumen
dan bukan inovator meliputi sifat-sifat
konsumen sebagai berikut:
A.
Keinovatifan
Para peneliti konsumen telah berusaah menyusun
instrumen pengukuran untuk menaksir tingkat keinovatifan konsumen, karena ukuran
sifat kepribadian tersebut memberikan wawasan yang penting mengenai sifat dan
batas-batas kesediaan konsumen untuk berinovasi.
B.
Dogmatisme
Dogmatisme adalah sebuah sifat kepribadian yang
mengukur tingkat kekakuan (versus keterbukaan) yang ditunjukkan individu
terhadap hal yang belum dikenal dengan baik dan terhadap informasi yang
berlawanan dengan kepercayaan mereka yang sudah mendalam.
C.
Karakter
Sosial
Karakter sosial adalah sifat kepribadian yang
berkisar dari pengarahan diri sendiri dan pengarahan oleh orang lain. Para
konsumen yang diarahkan oleh diri sendiri cenderung menyandarkan pada
nilai-nilai / standar dalam diri mereka sendiri dalam menilai berbagai produk
barudan berkemungkinan menjadi konsumen inovator. Mereka cenderung tertarik
pada tipe pesan promosi yang berbeda terutama iklan yang menkankan sifat-sifat
produk dan manfaat pribadi. Sedangkan poara konsumen yang diarahkan oleh orang
lain cenderung mencari petunjuk dari orang lain mengenai apa yang betul dan apa
yang salah. Mereka cenderung menyukai iklan-iklan yang menonjolkan lingkungan
masyarakat / penerimaan masyarakat yang disetujuinya. Jadi,para individu yang
diarahkan oleh orang lain mungkin lebih mudah dipengaruhi.
1.
Tingkat stimulasi optimum (TSO)
Tingkat
stimulasi optimum(TSO) berkaitan dengan kesediaan yang lebih besar untuk
mengambil resiko, mencoba berbagai produk baru, menjadi inovatif, mencari
informasi yang berhubungan dengan pembelian, dan menerima fasilitas eceran yang
baru daripada TSO yang rendah.
Skor TSO juga kelihatan mencerminkan tingkat
stimulasi gaya hidup yang diingini seseorang. Sebagai contoh, para konsumen
yang gaya hidup sebenarnya sama dengan skor TSO mereka kelihatan sangat puas,
sedangkan orang-orang yang gaya hidupnya kurang memperoleh stimulasi, mungkin
pemborosan. Sedangkan mereka yang mempunyai gaya hidup yang berlebihan, mungkin
mencari ketenangan atau kelegaan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara
gaya hidup konsumen dan TSO mereka mungkin mempengaruhi pilihan mereka akan
produk dan jasa serta cara mereka mengatur dan menggunakan waktu mereka.
2.
Pencari Variasi - Kesenangan Baru
Ada berbagai tipe konsumen pencari variasi :
perilaku pembelian yang bersifat penyelidikan ( misalnya berpindah merek untuk
mengalami berbagai pilihan baru dan mungkin alternatif yang lebih baik),
penyelidikan pengalaman orang lain (misalnya memperoleh informasi mengenai
pilihan baru atau berbeda dan kemudian memikirkan atau merenungkan pilihan
tersebut), dan keinovatifan pemakaian ( menggunakan produk yang sudah bisa
dipakai dengan cara baru).
Para pemasar
sampai tingkat tertentu diuntungkan jika menawarkan berbagai pihan tambahan
kepada para konsumen yang lebih mencari variasi produk, karena konsumen yang
mempunyai kebutuhan yang tinggi akan variasi cenderung mencari pasar yang
menyediakan berbagai lini produk. Namun jika produk yang ditaearkan terlalu
banyak memiliki keistimewaan, konsumen mungkin akan berpaling dan menghindari
lini produk yang mempunyai terlalu banyak variasi. Akhirnya parapemasar harus
menempuh jalan yang tepat, yaitu jangan terlalu banyak, dan jangan terlalu
edikit pilihan yang ditawarkan kepada konsumen.
v Faktor
Kepribadian Kognitif
Kepribadian kognitif mempengaruhi berbagai
aspek perilaku konsumen. Khusunya – dua sifat kepribadian kognitif – kebutuhan
akan kognisi dan orang-orang yang suka visual (pengamat) versus orang-orang
yang suka verbal (kata-kata)
Kebutuhan Akan Kognisi : Kebutuhan ini mengukur
kebutuhan atau kesenangan seseorang untuk berpikir. Konsumen yang tinggi Kknya
mungkin lebih responsif terhadap bagian iklan yang banyak memuat informasi atau
dekripsi yang berhubungan dengan produk. Konsumen yang relatif rendah Kknya
mungkin lebih tertarik pada latar belakang atau aspek di sekitar iklan, seperti
model yang menarik atau selebriti yang terkenal.
Riset kepribadian kognitif menggolongkan
konsumen ke dalam kelompok orang yang suka visual ( konsumen yang lebih
menyukai informasi visual dan produk yang menekankan pada penawaran visual,
seperti keanggotaan dalam klub videotape) dan orang yang suka verbal ( konsumen
yang lebih menyukai informasi dan produk tertulis atau verbal, seperti
keanggotaan dalam klub buku atau klub audiotape). Beberapa pemasar menekankan
dimensi visualyang kuat untuk menarik orang yang suka visual, yang lain
mengajukan pertanyaan dan memberikan jawaban, atau menonjolkan uraian atau
penjelasan yang terinci untuk menarik perhatian orang yang suka verbal.
B.
PENGERTIAN NILAI
Pola yang dapat kita lihat dari nilai adalah
perubahan perilaku dan alasan seseorang dalam membelanjakan uang atau sember
daya yang mereka kelola dan mereka miliki. Semakin tinggi mereka menilai dari
suatu barang dan jasa terhadap kehidupan, maka makin tinggi pula apresiasi
mereka dalam memandang barang dan jasa tersebut dari segi konsumsi.
Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai,
yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia.moral selalu
berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. Moral
berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai moral inilah yang
lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari Nilai sama dengan
sesuatu yang menyenangkan kita, nilai identik dengan apa yang diinginkan, nilai
merupakan sarana pelatihan kita, nilai pengalaman pribadi semata, nilai ide
platonic esensi.
C.
PENGERTIAN GAYA HIDUP
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan
bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan
merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana
seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh
karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring
dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus
kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari
kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana
menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian
menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan
karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu. Gaya
hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada
dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya
hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup
seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam
rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia
di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan
semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah
anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang
bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau
Jawa tetap terpadat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar